Prestasi Belajar


Hakikat Prestasi Belajar

Pada hakikatnya konsep prestasi tidak dapat dipisahkan dari makna belajar, karena prestasi belajar pada dasarnya manifestasi dari proses belajar. Belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dalam suatu proses pendidikan di sekolah yang ditandai adanya perubahan pada diri seseorang sebagai hasil dari pengalaman dalam latihan.

Banyak batasan yang diberikan para ahli tentang belajar, Menurut Jerome Brunner belajar merupakan proses daripada perkembangan hidup manusia. Di dalam belajar terdapat beberapa hal yang penting yaitu pengalaman berpikir atau perubahan tingkah laku. Pada proses belajar individu akan memperoleh informasi yang kemudian dianalisis dan ditransformasikan ke dalam bentuk yang lebih luas sehingga individu tersebut dapat mengembangkan cara berpikir untuk mengembangkan atau memecahkan masalah yang baru berdasarkan konsep yang sudah ada.

Menurut Nana Sujana, Belajar merupakan proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Perubahan sebagai hasil proses belajar dapat ditujukan dalam bentuk seperti; perubahan pengetahuannya, pemahaman sikap dan kemampuannya, daya reaksi dan daya penerimaannya serta lain-lain aspek yang ada pada individu.

Dengan demikian prestasi belajar siswa berkaitan dengan kemampuan siswa menguasai bahan ajar. Kemampuan merupakan kesanggupan siswa untuk melakukan suatu kegiatan  secara maksimum agar mencapai hasil yang paling tinggi. Kemampuan itu diukur melalui tes hasil belajar. Pengukuran tersebut meliputi aspek kognitif, afektif dan psikomoter.

Menurut Wells kemampuan merupakan usaha maksimum seseorang untuk melakukan suatu kegiatan. Dengan demikian usaha untuk mencapai hasil yang tinggi didorong oleh motivasi yang tinggi. Dengan kata lain motivasi akan menambah kemampuan seseorang untuk mencapai hasil kerja yang maksimum.

Dengan demikian prestasi belajar ditentukan oleh gabungan antara kemampuan dasar siswa dan kesungguhan siswa dalam belajar. Kesungguhan tersebut ditentukan oleh motivasi. Oleh karena itu sangat penting menumbuhkan motivasi belajar siswa.

Berikut Pengertian Prestasi Belajar menurut para ahli diantaranya adalah  N. Nasution menjelaskanprestasi belajar adalah suatu perubahan yang terjadi pada individu yang belajar, bukan saja perubahan mengenai pengetahuan, tetapi juga pengetahuan untuk membentuk kecakapan, kebiasaan, sikap pengertian, penguasaan dan penghargaan dalam diri pribadi individu yang belajar.

Benjamin. S. Bloom memandanghasil belajar siswa mencakup 3 (tiga) kawasan (ranah), yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Hasil belajar ranah kognitif mencakup hasil belajar bidang intelektual, seperti pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sistesis, dan evaluasi. Hasil belajar kawasan afektif mencakup hasil belajar berkenaan dengan sikap, yaitu peka dalam menerima rangsang, respon terhadap stimulus yang dapat dari luar, dapat menerima nilai, dapat menghubungkan satu nilai dengan nilai yang lainnya, serta keterpaduan semua nilai yang dimiliki seseorang. Sedangkan hasil belajar kawasan psikomotor adalah hasil belajar yang mencakup bidang keterampilan dan kemampuan bertindak, yaitu gerakan reflek gerakan-gerakan dasar, kemampuan persepsi, kemampuan fisik skill, gerakan ekspresif dan interpretative.

Menurut Nana Sudjana tidak semua perubahan tingkah laku yang terjadi dapat diamati pada waktu yang singkat. Pada proses belajar mengajar yang berlangsung di sekolah, umumnya hasil belajar yang diamati adalah hasil belajar pada kawasan kognitif yang berkaitan erat dengan kemampuan para siswa dalam penguasaan materi pelajaran, mengenai hasil belajar kawasan afektif dan kawasan psikomotor sifatnya lebih luas daripada hasil belajar bidang kognitif sehingga sulit untuk diamati, walaupun hasil belajar kawasan afektif dan psikomotor memiliki nilai yang sangat berarti dalam kehidupan siswa yang dapat secara langsung mempengaruhi perilaku siswa baik di lingkungan sekolah, keluarga maupun masyarakat.

a. Faktor yang Mempengaruhi Prestasi belajar.

Banyak faktor yang mendukung keberhasilan siswa dalam proses belajar, berbagai faktor tersebut saling berinteraksi satu dengan lainnya dan tak dapat dipisah-pisahkan, salah satu faktor tersebut adalah motivasi yang dimiliki siswa. Secara umum motivasi adalah dorongan yang terdapat dalam diri siswa.  Penggolongan Motivasi di bagi menjadi 2 (dua) yaitu;

1). Motivasi Intrinsik

Motivasi interinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam diri individu, tanpa ada paksaan dan dorongan dari orang lain, tetapi ada kemauan sendiri. Contohnya seorang anak yang belajar karena keinginan memperoleh ilmu pengetahuan sehingga dapat meraih cita-citanya menjadi ahli teknik yang terkenal.

2). Motivasi Ekstrinsik.

Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu. Contoh seorang anak yang mau belajar karena bujukan orang tuanya yang akan memberikan hadiah atau ingin mendapat nilai atau pujian dari guru.

 

b.  Ciri – ciri siswa yang termotivasi dalam belajar sehingga berdampak pada prestasi belajar

Berikut adalah ciri – ciri siswa yang termotivasi dalam belajar sehingga berdampak pada prestasi belajar :

  1. Yakin bahwa apa yang dipelajari bermanfaat bagi dirinya.
  2. Yakin akan mampu memahami/menguasai pelajaran tersebut.
  3. Merasakan belajar sebagai sesuatu yang menyenangkan

Beberapa cara yang dapat dilakukan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga berdampak pada prestasi belajarnya, diantaranya adalah :

  1. Keteladanan Kepala Sekolah dan guru, dapat membangkitkan motivasi belajar siswa artinya kepala Sekolah dan guru harus menunjukkan kemauan dalam belajar sehingga dapat sebagai panutan dan tauladan bagi siswa.
  2. Tentukan target bersama, ikut sertakan siswa, guru dan orang tua untuk menyusun target sekolah maupun target siswa.
  3. Dorong guru yang menggunakan model pembelajaran yang inovatif, sehingga siswa menikmati kegiatan pembelajaran.
  4. Dorongan guru untuk membangkitkan motivasi siswa dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.
  5. Meminta guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  6. Meyakinkan guru bahwa motivasi sangat menentukan keberhasilan belajar siswa.
  7. Beri kesempatan siswa untuk berinteraksi dan saling kerjasama.
  8. Kepala Sekolah harus selalu mengusahakan tersedianya sarana dan prasaranan penunjang yang kondusif.

Untuk berprestasi di sekolah, upaya yang dapat di lakukan siswa adalah;

  1. Menentukan tujuan  (memaknai hakikat belajar).
  2. Guna mencapai tujuan tersebut, dapat dilakukan beberapa hal, di antaranya;
  3. Rajin belajar.
  4. Membagi waktu antara aspek akademis dan non akademis.
  5. Membagi waktu antara kegiatan di sekolah dan di rumah.
  6. Melakkan latihan-latihan dalam rangka pemantapan diri.
  7. Berdo’a dalam kaitan interakasi vertical.
  8. Lakukan evaluasi diri, untuk mengetahui sejauh mana tujuan yang telah di tetapkan tercapai.

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: