JIKA KAMU MERASA GEMBIRA


Ada sebuah cerita tentang seekor burung layang-layang kecil yang memutuskan untuk tidak terbang ke selatan saat musim dingin tiba. Mungkin burung kecil itu telah mendengar nasihat teman-temannya, tetapi tak mengindahkannya. Mungkin ia benar-benar menikmati tempat tinggalnya sekarang dan sedang tak ingin membuat perubahan. Mungkin ia adalah jenis burung yang suka menunda-nunda pekerjaan tanpa alasan yang jelas. Mungkin ia merasa takut atau khawatir saat berada di tengah-tengah keramaian. Mungkin juga ia hanya merasa marah dan ingin memberontak.

Akan tetapi, kemungkinan2 di atas itu hanyalah perkiraan. Yang pasti burung layang-layang kecil itu menolak untuk pergi. Akan tetapi, tak lama kemudian, si burung kecil itu mulai menyesali keputusannya. Musim dingin telah tiba. Cuaca mulai dingin. Persediaan makanan mulai menipis. Jika ia mempertahankan keputusannya untuk tinggal, tamatlah riwayatnya. Karena itu, ia pun mengepakkan sayapnya dan memulai perjalanannya ke selatan.

Sayangnya, ia telah menunda kepergiannya itu terlalu lama. Musim dingin sudah menampakkan diri di seluruh daerah itu, salju menyelimuti kebun dan angina bertiup sangat kencang. Ketika es mulai menyelimuti sayapnya, burung layang-layang itu merasa tidak yakin mana yang lebih berat, beban es yang menggumpal di sayapnya ataukah beban berat yang mengimpit hatinya. Karena tak kuat lagi berjuang, ia pun jatuh dari langit, dan mendarat di padang rumput sebuah peternakan.

Kebetulan, seekor sapi sedang beristirahat tepat di padang rumput itu. Karena sedang terbenam dalam kesibukannya mengunyah setumpuk jerami lezat yang terletak di hadapannya, sapi tersebut tak melihat atau mendengar burung layang-layang beku yang jatuh di belakangnya. Sapi itu kemudian melakukan apa yang pasti akan dilakukan sapi-sapi yang lain jika diberi setumpuk jerami lezat. Ia menyorongkan hidungnya ke dalam tumpukan itu, makan, lalu setelah selesai, membuang kotoran—tepat di atas burung layang-layang.

“Ini,” pikir si burung, “benar-benar akhir dari hidupku!” akan tetapi, ternyata, tak seperti perkiraannya, kiamat belum dating. Kotoran sapi yang hangat melelehkan es dari sayapnya dan menaikkan suhu badannya. Bahkan, karena nyaman dan hangat, burung laying-layang tersebut langsung bersiul-siul.

Sialnya, kucing milik petani setempat sedang mengendap-endap di sudut lumbung. Saat mendengar siulan burung layang-layang, kucing itu tak bisa mempercayai keberuntungannya. Dengan menggunakan tumpukan jerami sebagai pelindung, si kucing maju ke depan untuk menyelidiki asal mula suara tersebut. Burung layang-layang masih duduk diselimuti kototan sapi sambil bersiul-siul, ia berkubang dan memanjakan dirinya di dalam kotoran sapi, begitu asiknya sehingga tak sadar akan bahaya yang mengancam.

Kucing itu tak perlu berpikir dua kali. Ia menerkam dengan tangkas dan akurat, menyambar burung layang-layang kecil dari dalam kotoran sapid dan memakannya.

Jadi, mungkin kamu akan bertanya, apa arti dari cerita ini? ^_^’ kata orang, cerita yang bagus memiliki pesan moral. Ada paling sedikit 3 (tiga) buah moral dalam cerita ini.
Pertama, tak semua orang yang menyiram kotoran di atas kamu adalah musuh ^_^’
Kedua, tak semua orang yang menyelamatkan kamu dari dalam kotoran adalah teman. J
Ketiga, jika kamu merasa gembira berada di dalam kotoran, pastikan kamu menutup mulut rapat-rapat. ^_^’

  1. 14 November 2012 pukul 20:07

    Not many blogs that offer such consistently readable and interesting content as is on offer on yours, you
    deserve the small amount of time it has taken to express my admiration
    of your hard work. Many thanks.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: