KITA SEMUA BERBEDA


Seorang penunggang kuda menunggangi kudanya ke daerah terbuka untuk mencari tempat dia bisa menambatkan kudanya. Sesudah melihat berkeliling, dia menemukan sebatang tiang, menggali lubang, menancapkan tiang tersebut, menimbunnya dengan tanah, dan menginjak-injak agar menancap kuat-kuat. Dia berjalan menuju sungai yang tak jauh dari situ untuk minum, lalu, sebelum pergi, dia berpikir, “Kubiarkan tiang ini di sini agar penunggang kuda lain yang melewati tempat ini punya tempat untuk menambatkan kudanya.”

Pengunjung berikutnya bukan seorang penunggang kuda, melainkan seorang pengembara yang kebetulan melewati daerah yang sama. Ketika tiba di daerah terbuka tempat tiang tersebut tertancap di tengah jalan, dia berpikir, “Kalau ada orang yang datang kemari pada malam hari, mungkin saja mereka menabrak tiang ini dan terluka.” Demi keselamatan orang lain, dia mencabut galah tersebut dan melemparnya ke pinggir jalan.

Satu dua hari kemudian, seorang pemancing sedang berangkat ke sungai untuk memancing ikan ketika ia melihat galah yang tergeletak di pinggir jalan. Ia memungutnya  dan membawanya ke tepi sungai. Disana dia menggunakannya untuk alas duduk untuk menghindari tanah yang berlumpur. Ketika akan meninggalkan tempat tersebut, dia juga mempertimbangkan suatu hal, “Kutinggalkan saja tiang ini disini,” pikirnya. “Kalau ada pemancing lain yang datang kesini, dia akan punya tempat kering untuk dipakai duduk dan memancing.”

Beberapa saat kemudian, seorang tukang rakit nampak menyusuri sungai sambil mencari-cari tempat untuk menambatkan rakitnya. Dia melihat ada tiang di tanggul, mendorong haluan rakitnya ke pinggir dan, seperti penunggang kuda, menggali lubang serta menanam galah tersebut hingga dia bisa menambatkan rakitnya dengan aman. Ketika hendak meninggalkan tempat itu, dia menunjukkan perhatiannya pada tukang rakit yang lain. “Kutinggalkan saja tiang ini tertancap di tepi sungai. Dengan begitu, siapapun yang sedang merakit menyusuri sungai bisa menggunakannya sebagai tempat menambat yang nyaman.”

Yang melintas berikutnya adalah seorang penebang pohon. Sudah seharian ini ia mencari dahan kering, tetapi yang dia dapat hanya dahan-dahan yang masih hijau. Ketika dia melihat ada tiang yang ditancapkan di tanggul sungai tersebut dia berpikir, “Benar-benar sepotong kayu kering yang cocok. Kayu ini pasti bisa terbakar dengan baik dan ibuku yang sudah tua akan tetap hangat selama musim dingin mendatang.” Dia memanggul galah tersebut, membawanya ke rumah ibunya, dan memotong-motongnya.

Tiap musafir telah memperlakukan tiang tersebut dengan tujuan mulia dan mempertimbangkan musafir lain yang akan lewat. Mereka masing-masing melakukannya secara rasional dan praktis. Mereka telah menggunakan tiang tersebut dengan baik.

Musafir-musafir tersebut memiliki perbedaan. Tiap orang memiliki persepsi sendiri tentang tiang tersebut, dan, karena persepsi semacam inilah mereka melakukan tindakan yang berbeda.

Siapa yang bisa mengatakan musafir mana yang benar atau bahkan mengatakan adakah kebenaran itu?

=============================================================

Ciri-ciri Terapeutik

Masalah-masalah yang coba dipecahkan :

1. Perspektif sempit kita sendiri tentang suatu hal

2. Penolakan terhadap perilaku yang berbeda

3. Bersikap tidak toleran terhadap sesama

 

Keterampilan Khusus yang Dikembangkan:

1. Mengembangkan pengertian yang lebih tinggi

2. Memahami perspektif orang lain

3. Belajar menerima perbedaan individu

 

Hasil Akhir yang Ditawarkan :

1. Menoleransi perbedaan

2. Menerima perilaku dan tindakan orang lain

3. Mungkin tidak ada “Kebenaran” __ hanya perbedaam

4. Wujud kasih kepada orang lain bisa bermacam-macam.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: